Tampilkan postingan dengan label framework. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label framework. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2017

Pengenalan Microsof Visual Studio .NET

PENGENALAN MICROSOFT VISUAL STUDIO.NET 2010 

Image result for .net framework

1. TUJUAN 

a. Sejarah 

b. Mengenalkan konsep .Net Framework 

c. IDE Visual Microsoft Studio.NET 2010 

2. DASAR TEORI Microsoft Visual Basic

(sering disingkat sebagai VB saja), merupakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program aplikasi berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman Common Object Model (COM). 

Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan pengembangan aplikasi komputer berbasis grafik dengan cepat, akses ke basis data menggunakan Data Access Objects (DAO), Remote Data Objects (RDO), atau ActiveX Data Object (ADO), serta menawarkan pembuatan kontrol ActiveX dan objek ActiveX. Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda. 

Pada tahun 1992 Visual Basic versi 2.0 dirilis untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja dari Visual Basic versi 1.0. Pada tahun 1993 Microsoft mengeluarkan kembali versi terbaru dari Visual Basic ini yakni Visual Basic 3.0 yang ditambahkan diantaranya adanya kontrol data yang berfungsi untuk mengakses database, dan juga sudah tersedia Jet Engine versi 1.1 yang digunakan sebagai tool koneksi database melalui DAO (Data Access Object). 

Pada tahun 1995 Visual Basic 4.0 dirilis dan sudah dimasukkan teknologi OLE (Object Linking Embedding) serta kemampuan untuk membuat control sendiri (OCX). Pada tahun 1997 Visual Basic 5.0 dirilis dengan memasukkan teknologi baru yang mendukung COM serta memungkinkan membuat kontrol ActiveX sendiri ataupun DLL. 

Pada tahun 1998 Visual BAsic 6.0 dirilis dengan teknologi yang lebih ditingkatkan lagi khususnya dalam mengakses SQL Server dan mengusung ADO (ActiveX Data Object) yang dirancang untuk meningkatkan kinerja dalam mengakses database pada perusahan besar. 

Pada tahun 2000 Microsoft memperkenalkan pertama kali teknologi .Net tetapi belum banyak menarik minat. Hingga pada tahun 2002 Microsoft merilis Visual Studio .NET 2002 yang dipaket dengan Visual Basic .NET, Visual C++ .NET, Visual C# .NET dan Visual J#. NET.

Pada tahun 2003 Visual Studio 2003 dirilis untuk memperbaiki kinerja dari visual Studio 2002 dengan meluncurkan .NET Framework versi 1.1. Hingga pada tahun 2009 Visual Studio sudah pada versi 2010, dimana didalamnya sudah ditambahkan bahasa pemrogramana yang baru yaitu F#.


2.1. NET Framework Microsoft 


.NET Framework (dibaca Microsoft Dot Net Framework) adalah sebuah komponen yang dapat ditambahkan ke sistem operasi Microsoft Windows atau telah terintegrasi ke dalam Windows (mulai dari Windows Server 2003 dan versi-versi Windows terbaru).
Kerangka kerja ini menyediakan sejumlah besar solusi-solusi program untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum suatu program baru, dan mengatur eksekusi program-program yang ditulis secara khusus untuk framework ini. .NET Framework adalah kunci penawaran utama dari Microsoft, dan dimaksudkan untuk digunakan oleh sebagian besar aplikasi-aplikasi baru yang dibuat untuk platform Windows.

 Untuk bekerja di lingkungan .NET Framework maka anda harus mengetahui arsitektur dan komponen apa saja yang ada didalamnya. .NET Framewok mendukung beberapa bahasa pemrograman, adapun bahasa pemrograman yang disupport secara resmi oleh Microsoft adalah C# (CSharp), VB, dan C++, tetapi sekarang banyak bahasa lain yang juga dikembangkan untuk mensupport platform .NET diantaranya Delphi, Phyton (IronPhyton), dll.

Untuk mengembangkan aplikasi berbasis .NET sebenarnya dapat digunakan lebih dari satu bahasa pemrograman (Language Interoperability) misal sebagian program menggunakan C# dan sebagian lagi menggunakan VB, tetapi disarankan untuk memilih hanya satu bahasa pemrograman saja agar aplikasi yang dibuat lebih mudah untuk di-maintain. 

Bahasa paling banyak digunakan diplatform .NET saat ini adalah C# dan VB. 
.NET Framework sebenarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu CLR (Common Language Runtime) dan FCL(Framework Class Library).


 .NET Framework CLR

 Common Language Runtime (CLR) adalah pondasi utama dari Framework .NET. CLR merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap berbagai macam hal, seperti bertanggung jawab untuk melakukan managemen memory, melakukan eksekusi kode, melakukan verifikasi terhadap keamanan kode, menentukan hak akses dari kode, melakukan kompilasi kode, dan berbagai layanan system lainnya. Dengan adanya fungsi CLR ini, maka aplikasi berbasis .NET biasa juga disebut dengan managed code, sedangkan aplikasi di luar itu biasa disebut dengan un-managed code. Dengan adanya CLR maka tugas pengembang program menjadi lebih ringan karena banyak tugas yang dahulu harus dikerjakan oleh pengembang sudah digantikan secara otomatis oleh komponen CLR ini. CLR akan melakukan kompilasi kode-kode aplikasi kita menjadi bahasa assembly MSIL (Microsoft Intermediate Language). Proses kompilasi ini sendiri dilakukan oleh komponen yang bernama Just In Time (JIT).


.NET Framework Class Library 

atau sering juga disebut Base Case Library (BCL) adalah koleksi dari reusable types yang sangat banyak dan terintegrasi secara melekat dengan CLR. Kumpulan Class Library ini sangat berguna untuk pengembangan aplikasi karena developer tidak perlu membuat semuanya dari awal karena sudah disediakan oleh .NET, misal class untuk membuat aplikasi berbasis windows, class untuk membuat objek-objek koleksi, class untuk koneksi dengan database (ADO.NET), class untuk mengembangkan aplikasi berbasis web, class WPF (Windows Presentation Foundation), dan masih banyak lagi.

Selasa, 14 Februari 2017

Framework aplikasi Hybrid

Sekarang ini banyak framework yang dapat kita gunakan untuk membuat aplikasi. Sehingga bila kita bekerja dengan teamwork, kita bisa explorasi ide namun tetap berada pada jalur yang sama.  Ide tetap dapat dikomunikasian antara anggota team satu dengan yang lain. Bila kita ingin melanjutkan pekerjaan kita yang sudah pernah kita kerjakan untuk ditambah fitur dan lainnya kita tinggal meneruskan pada modul yang diperlukan.

“Tidak ada pilihan bingung, banyak pilihan tambah bingung”, kata teman saya. Banyaknya framework yang telah ada sekarang membuat pilihan yang seharusnya membuat kita nyaman. Kita tinggal coba, pilih lalu explorasi. Dari beberapa framework berikut ini pemetaan yang dibuat oleh Christope Coenrats dapat menjelaskan dengan mudah perbedaan masing-masing framework hybrid.
hybrid framework

framework hybrid




Kalau kita perhatikan pemetaan diatas kita bisa melihat keterangan sebelah kiri ada UI (User Interface), Architecture, DOM sedangkan di sebelah bawah keterangan nya yaitu full stack dan custom stack. Kalau saya jelaskan Full Stack adalah framework yang telah menyediakan DOM, Architecture sekaligus User Interfacenya. Sedangkan Custom Stack adalah pilihan yang memperbolehkan kita meng-kustomasi DOM, Architecture dan User Interfacenya.

Contohnya: Saya akan membuat aplikasi hybrid yang akan saya install untuk perangkat Android, Iphone dan Windows 8. Saya pilih jQuery Mobile untuk aplikasi ini, maka saya sudah mampu untuk mengatur alur datanya (Architecture), akses event untuk elemen (DOM), dan tampilan (UI). Namun apabila saya tidak puas misalkan pada tampilan yang diberikan jQuery Mobile saya dapat memilih cara custom yaitu custom stack.

Pada saat saya masih explorasi javascript framework, saya awalnya juga susah menentukan javascript framework manakah yang terbaik dan akan saya gunakan. Masing-masing framework mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, setelah saya mencoba satu persatu dari tiga framework yang saya pilih akhirnya saya dapat menarik kesimpulan. Kesimpulan yang dapat saya sampaikan disini yang baik-baik saja, yang buruknya saya serahkan kepada anda untuk menemukannya sendiri. Dari tiga framework yang saya coba yaitu Backbone, Jquery Mobile dan Angular JS kesimpulan yang saya antara lain:

  1. Bila anda menyukai framework yang simple, mudah, dan langsung berhubungan dengan DOM maka Jquery Mobile dapat diandalkan. Bila anda sudah kenal dengan jquery maka sangat mudah bila menggunakan Jquery mobile.

  2. Bila anda terbiasa dengan pemrograman object menggunakan javascript native, menyukai ukuran yang kecil sehingga tidak membebani aplikasi dan anda ingin bebas memilih  library yang anda perlukan, maka Backbone pilihan yang tepat

  3. Bila anda menyukai kecepatan koding (hemat baris kode), dukungan library sekelas google, berhubungan dengan service menggunakan cara lebih aman  maka angular js adalah pilihan yang bagus.


Catatan: ketika saya menggunakan service menggukan JQuery Mobile menggunakan ajax ataupun $.getJSON caranya hampir sama ketika menggunakan Backbone karena sama-sama menggunakan $.ajax milik jquery sehingga penanganan untuk request get dan post untuk web servis-nya sama. Namun, berbeda dengan cara berhubungan angularjs, terutama untuk penanganan post, karena jQuery mengirim data menggunakan Content-Type: x-www-form-urlencoded dan parameter biasanya dikirim seperti ini: foo=bar&baz=moe serialization. Berbeda dengan Angular yang mengirim menggunakan Content-Type: application/json and { “foo”: “bar”, “baz”: “moe” } bentuk JSON serialization. Sehingga service yang menangkap data juga harus dimodifikasi untuk dapat mengolah data angular post.

sumber: https://inwebsite.wordpress.com/2014/05/06/hybrid-framework/