Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2017

Dilema di dunia IT


Mencoba Banyak Bahasa Pemrograman atau Menguasai Beberapa Saja?



 

 






Pendahuluan


Dunia IT (information technology) merupakan sebuah ranah ilmu yang terlihat semacam satu kesatuan (asalkan bisa menggunakan komputer) bagi orang awam namun kenyataannya terdapat banyak sekali cabang ilmu yang tidak bisa kita ambil semuanya dalam waktu yang sebentar. Sebagai contoh kecil, di dunia IT sendiri terdapat fokus ilmu pada bidang teori komputasi, jaringan komputer, algoritma dan pemrograman, sistem informasi, kecerdasan buatan, dan masih banyak lagi bidang ilmu di dunia IT yang bahkan dalam kuliah pun hanya dibahas kulitnya saja.

Bagi seseorang yang baru mengenal dunia IT tentu punya ambisi untuk ingin menguasai segalanya. Mulai dari jaringan komputer hingga menguasai semua bahasa pemrograman. Sekarang kita akan ambil contoh kasus dalam konteks seseorang ingin menguasai bahasa pemrograman. Tentu bahasa pemrograman merupakan salah satu hal yang menarik bagi seseorang yang ingin menguasai dunia IT. Kenapa? ada banyak sekali bahasa pemrograman yang cukup membuat seseorang ingin menguasainya.

Bahasa pemrograman ini ada banyak sekali ragamnya. Dari segi sistem operasi ada yang hanya tersedia untuk Windows (C#, Visual Basic), ada yang hanya tersedia untuk OSX (Swift, Objective-C), ada yang hanya tersedia untuk Linux (BASH), dan ada juga yang tersedia untuk semuanya (Python, PHP, Javascript, C, C++). Dari segi perangkat ada yang hanya disediakan untuk komputer desktop, perangkat mobile, perangkat IoT, dan embedded machine. Dari sedikit aspek yang telah disebutkan, waktu yang dibutuhkan untuk semuanya tidak akan pernah cukup. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda simak untuk memilih apakah harus mencoba banyak atau menguasai beberapa bagi Anda yang masih kuliah di jurusan IT atau baru mengenal dunia IT khususnya pemrograman.

Kuasai Saja Beberapa dan Fokus


Di kehidupan nyata mungkin ada seorang mahasiswa IT yang mencoba 10 bahasa pemrograman, ada yang mencoba menguasai 3 bahasa pemrograman untuk digunakan mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosennya, ada yang ingin memperdalam 1 bahasa pemrograman untuk hobi dan proyeknya. Tidak ada yang keliru dengan hal ini, namun dapat dipastikan seseorang yang mencoba menguasai bahasa pemrograman terlalu banyak belum pernah terlibat dalam proyek freelance ataupun membuat karya tertentu.

Berbeda dengan seorang mahasiswa yang fokus pada 3 bahasa pemrograman misalnya. Dia menggunakan 2 bahasa pemrograman untuk kuliah dan proyek pribadinya, satu lagi mungkin untuk hobinya. Jadi waktu yang diinvestasikan seorang penguasa 3 bahasa pemrograman tercurahkan untuk fokus pada pengembangan produk yang dibuatnya. Belum lagi timeframe yang dimiliki seorang mahasiswa hanya 4 ~ 7 tahun. Ketika lulus apakah perusahaan akan mencari seseorang yang menguasai banyak bahasa pemrograman namun tidak mendalam? atau seorang fresh graduate yang menguasai sedikit bahasa pemrograman namun lebih fokus dan menguasai satu saja bahasa pemrograman sampai topik spesifik? Akan semakin lebih baik apabila memiliki sebuah karya dalam bentuk aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang dipilihnya.

Berikut ini adalah diagram sederhana yang dapat menunjukkan kenapa kita harus fokus pada bahasa pemrograman tertentu"

  • Anda tetap dalam kondisi labil hingga banyak sekali bahasa pemrograman yang Anda coba tapi tidak menguasai sampai hal dasar

  • Anda mulai mencoba fokus pada beberapa bahasa pemrograman saja sampai akhirnya Anda membuat sebuah karya dan produk

  • Anda menguasai satu saja tapi akhirnya ketika lulus sudah dapat dianggap sebagai orang yang piawai dalam bahasa pemrograman tersebut


Jadi sekarang Anda dapat memilih apakah ingin menguasai 10 bahasa pemrograman hanya kulitnya saja? atau menguasai sedikit atau satu bahasa pemrograman namun punya kompetensi dan kemampuan yang mendalam hingga ke bagian inti dari bahasa pemrograman tersebut. Pilihan tersebut akan selalu ada di tangan Anda.

Pelajari Hal Lain di Waktu yang Tepat


Misal Anda hanya ingin fokus pada PHP dan Javascript namun harus menguasai Visual Basic untuk memenuhi tugas kuliah desktop programming? atau harus menggunakan Matlab hanya untuk membuat skrip perhitungan matriks dan aljabar linier? tidak masalah, pelajari saja Visual Basic dan Matlab tersebut sampai tugas Anda benar - benar terpenuhi untuk mata kuliah tersebut. Setelah beres perkuliahan Anda dapat meninggalkan kedua bahasa pemrograman tersebut apabila memang tidak benar - benar dibutuhkan dan bukan menjadi fokus utama untuk kemampuan programming yang akan Anda kuasai.

Hal serupa pun dapat terjadi ketika Anda yang sudah biasa menggunakan suatu Relational Database, misalnya MySQL, namun diminta menggunakan Microsoft SQL Server untuk suatu proyek yang Anda dapatkan. Anda dapat mencoba untuk mulai mempelajarinya dan kuasai beberapa hal yang dapat menyokong pengerjaan Anda pada proyek tersebut. Bila ada orang lain yang lebih expert dalam tim Anda, tentu itu akan lebih membantu Anda karena tidak harus menguasai seluk beluk dari SQL Server tersebut. Tapi bila tidak ada lagi orang yang diamanahi, Anda dapat mulai mempelajarinya hanya untuk lingkup proyek tersebut.

Jadi menguasai hal baru diluar fokus yang Anda kejar, dapat Anda lakukan hanya di waktu yang tepat. Terlebih waktu yang Anda miliki pasti terbatas bila harus semua Anda coba dalam satu waktu.

Jangan Merasa Malu Karena Tidak Bisa Menguasai yang Orang Lain Kuasai


Ketika Anda melihat seorang teman yang piawai membuat game dengan menggunakan ActionScript 3.0, tentu Anda akan terpukau melihatnya bahkan sedikit tergiur untuk mencoba membuat game tersebut. Bila Anda memang ingin fokus di dunia game development, hal tersebut bisa menjadi sebuah jalan bagi karir Anda. Tapi bila hanya untuk hobi? itu juga tidak masalah, namun Anda tidak perlu merasa malu bila teman Anda dapat menguasai suatu hal yang tidak dapat Anda kuasai. Sejatinya manusia hidup dengan cara berkelompok dan kolaborasi. Suatu saat mungkin saja kemampuan Anda dan teman Anda dapat dibutuhkan dalam suatu proyek. Anda memperoleh bagian Anda, teman Anda memperoleh bagiannya sendiri.

Kadang ketertarikan untuk mengikuti seseorang tersebut terjadi karena kurangnya kepercayaan diri yang kita miliki. Ada kalanya apa yang kita pelajari terasa kurang menarik untuk saat ini ataupun di masa depan. Tapi tunggu dulu. Bila Anda hanya baru sebulan, 6 bulan, atau satu tahun mencoba. Tentu hasil yang diharapkan tidak akan dapat Anda peroleh begitu saja. Misal bila Anda adalah seorang web programmer bila hanya mencoba Javascript selama satu tahun, mungkin yang Anda kuasai baru dasarnya saja. Tapi bila Anda sudah terlibat dengan proyek dan konsisten mencoba Javascript selama lebih dari 1 ~ 2 tahun, bukan hal asing bila Anda akan sudah menguasai Ajax, Validasi Form, membuat komponen web sendiri, dan mungkin Anda membuat library Javascript untuk Anda sendiri.

Untuk menguasai kompetensi terdalam dalam suatu bahasa pemrograman, Anda tidak dapat melakukannya hanya dalam "satu hari" saja, Anda bukanlah Sangkuriang yang harus menyelesaikan sesuatu dalam satu malam, bahkan menurut legenda Sangkuriang pun tidak pernah menyelesaikan perahunya. Dalam suatu bahasa pemrograman selain ada bidang yang secara umum dapat dilakukan dengan bahasa pemrograman tersebut, ada juga bidang khusus yang tidak dapat dilakukan suatu bahasa pemrograman. Kita ambil contoh sebuah bahasa pemrograman seperti C, Javascript, dan Java.

Secara umum, kita dapat menggunakan ketiga bahasa pemrograman tersebut untuk keperluan belajar algoritma dan logika pemrograman. Tapi Anda dapat menemukan bidang spesifik yang hanya dapat dilakukan oleh salah satu bahasa pemrograman tersebut. Misalnya bahasa C sendiri merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan di dunia mikrokontroler dan embedded system, bahkan C sendiri digunakan untuk membuat library bagi bahasa pemrograman lain. Tapi tentunya C belum pernah digunakan untuk manipulasi halaman web yang saat ini dikuasai oleh Javascript. Javascript digunakan untuk membuat konten web semakin menarik dan interaktif sehingga halaman HTML statis yang biasa tampil tak bergerak akhirnya memiliki animasi yang indah dan memberikan reaksi interaktif terhadap pengguna web. Begitupun Java, yang saat ini menguasai ranah mobile apps development khususnya di Android.

Jadi ketika Anda sedikit merasa malu bahwa Anda hanya bisa menguasai satu bahasa pemrograman, atau hanya beberapa saja. Tidak perlu ragu. Kuasailah bahasa pemrograman tersebut sampai ke akar - akarnya dan bidang khususnya. Sehingga setelah waktu yang Anda lalui cukup lama, Anda dapat menjadi ahli untuk bahasa pemrograman tersebut beserta bidang yang Anda geluti.

Penutup


Fenomena ini sangat menarik, karena selalu terjadi di setiap generasi dan pada semua orang yang baru saja mengenal dunia IT. Pada akhirnya seseorang akan melihat dan mengakui Anda sebagai seorang expert yang di bidangnya. Katakanlah bila Anda menguasai bahasa pemrograman PHP sampai bagian terdalam, orang akan memiliki kepercayaan lebih terhadap Anda dibandingkan Anda yang hanya menguasai bagian kulit dari banyak bahasa pemrograman yang Anda coba.

Tulisan ini sebagian besar didasari oleh pengalaman penulis sendiri dan beberapa teman penulis di dunia IT khususnya programming selama kuliah hingga sekarang bekerja. Tulisan ini bisa saja berbeda dengan kenyataan pembaca. Bila ada perkataan yang kurang berkenan sekiranya mohon maaf, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata. Semoga bermanfaat.

sumber: https://www.codepolitan.com/mencoba-banyak-bahasa-pemrograman-atau-menguasai-beberapa-saja




Senin, 13 Februari 2017

Tipe Mahasiswa Pecinta IT yang salah masuk Jurusan IT

tipe-tipe mahasiswa pecinta IT yang salah masuk jurusan di Teknik Informatika
SELAMAT DATANG, SAHABAT

Teknik Informatika, sebagaimana jurusan lain di tingkat perguruan tinggi kadang kala menimbulkan rasa tidak cocok dengan mahasiswanya sendiri,penyebab tidak cocoknya bisa macam-macam, mulai dari tidak adanya gairah/passion dari mahasiswa terhadap ilmu tersebut, rasa tertarik dibidang keilmuan yang lain, maupun tidak mampunya mahasiswa tersebut mencerna materi2 yang diberikan, keadaan rasa tidak cocok ini bisa juga disebut salah jurusan..

khusus untuk Teknik Informatika, penyebabnya bisa jadi karena tidak pahamnya calon mahasiswa terhadap jurusan Teknik Informatika itu sendiri, menurut kamuitubeda.wordpress.com"Jurusan Teknik Informatika/Ilmu Komputer diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software." sedangkan yang terjadi akhir2 ini adalah semua yang tertarik dengan salah satu bidang komputer/IT tumpah ruah berlomba-lomba masuk Teknik Informatika tanpa tau apa sebenarnya Teknik Informatika itu, berikut adalah tipe2 manusia tersebut.


1. Gamer

Quote:
tipe-tipe mahasiswa pecinta IT yang salah masuk jurusan di Teknik Informatika

Klasik emoticon-Big Grin Manusia laknat yang lebih suka menghabiskan duit ortu di warnet daripada nraktir cewe ini memang harus ada di urutan teratas jika kita berbicara soal salah masuk jurusan TI,bahkan mereka juga lah penyebab presentasi jumlah mahasiswa TI yang gagal tamat tepat waktu(4 tahun) selalu tinggi, biasanya manusia jenis seperti ini masuk TI hanya karena bisa tetap dekat dengan komputer.
jurusan/ilmu yang cocok: entahlahemoticon-Nohope mungkin fokus main game aja kali biar jadi dendi Indonesia.





2. Sotosop(dan aplikasi sejenisnya) lover

Quote:
tipe-tipe mahasiswa pecinta IT yang salah masuk jurusan di Teknik Informatika

biasanya Mahasiswa jenis ini sudah menguasai sotosop dan kawan2nya sebelum berkuliah, mereka mengambil jurusan TI dengan harapan agar teknik sotosop mereka bisa lebih berkembang lagi menjadi expert, tanpa mereka sadari materi pelajaran mengenai desain grafis menggunakan aplikasi di jurusan TI sangatlah sedikit, bahkan dibeberapa universitas tidak ada sama sekali. yang tersedia adalah mata kuliah komputer grafic yang mempelajari cara bagaimana komputer menampilkan informasi di layar kaca, tentunya menggunakan perhitungan2 matematika linear aljabar dan matriks emoticon-Najis (S) yang semuanya bikin mual.
jurusan/ilmu yang cocok: Desain komunikasi visual, multimedia.





3. Tukang Servis

Quote:
tipe-tipe mahasiswa pecinta IT yang salah masuk jurusan di Teknik Informatika

sedikit lebih mendingan dari 2 tipe diatas, mahasiswa tipe tukang servis adalah mahasiswa yang sangat suka memperbaiki maupun sekedar mengutak-atik barang2 elektronik termasuk komputer, masih cukup aman sebenarnya karena di jurusan TI pun kita akan mempelajari perangkat keras komputer meskipun tidak sebanyak pelajaran mengenai perangkat lunak, biasanya dalam praktek merakit PC atau robot mahasiswa tipe ini lah yang menjadi andalan teman2 buat kencangin sekrup pc yang kendor .
jurusan/ilmu yang cocok: elektronika, teknik electro, teknik komputer.







4. Vloger, youtuber dan sejenis narsiser2 yang lain

Quote:
tipe-tipe mahasiswa pecinta IT yang salah masuk jurusan di Teknik Informatika

jijay gila, mahluk yang aktif 25 jam sehari di internet ini entah kenapa bisa nyasar di jurusan TI,mungkin mereka masuk TI biar bisa mendapat ilmu cara menambah follower dan subscribers dengan cepat. mereka sebenarnya cukup eksis dikelas, buat tebar pesona dan pamer barang dibadan tentunya.
jurusan/ilmu yang cocok:jurnalis,presenter dan model





5.Operator Warnet

Quote:tipe-tipe mahasiswa pecinta IT yang salah masuk jurusan di Teknik Informatika

bermodalkan semangat untuk merubah nasib,banyak dari pada OP warnet yang masuk jurusan TI, tak boleh di remehkan sebenarnya mereka sudah ada sedikit keahlian dibidang TI, pengalaman memperbaiki komputer serta jaringan warnet yang lelet(ping doang sih) sebenarnya sudah lebih dari cukup, apalagi kalau rajin download serial korea dijamin bakal dikejar cewek2 mulu, asal otaknya mampu mencerna pelajaran java,C, OOP,web service dan lainnya.
jurusan /ilmu yang cocok:fokus aja di TI siapa tau sukses




6. dedek hekel

Quote:tipe-tipe mahasiswa pecinta IT yang salah masuk jurusan di Teknik Informatika

Hacker wannabe, masuk TI karena ingin belajar ilmu kanuragan hacking biar bisa jadi pemimpin onanimus dan nge hek dunia, jika dibina dengan baik mereka inilah calon pasukan cyber Indonesia dimasa depan, namun sayang beribu sayang, banyak dari mahasiswa tipe ini yang kena trauma di semester 4-5 ketika bualan2 mereka kepada teman2 komunitas mereka tak kunjung terealisasi, ali2 terealisasi semangat mereka menjadi hacker justeru harus terkubur di tahun ke 3 perkuliahan ketika mereka mengambil mata kuliah Keamanan Komputer dimana mereka menemui fakta bahwa komputer akan sangat sulit di hack dengan bermodalkan laptop 4 jutaan dengan segala aplikasi2 hacking nya.
jurusan/ilmu yang cocok:Networking




Conclusion

pada akhirnya, jika kita menyerah pada keadaan kita, entah itu dengan membohongi diri kita sendiri dengan berkata "aku tidak mampu" atau dengan mensugesti otak kita dengan kalimat "aku tidak suka" tanpa mau bertanggung jawab terhadap pilihan kita, kita selamanya hanya akan menjadi pecundang.
tiga kata untuk mereka: "cemen abis lu"!!

sumber : www.kaskus.co.id