Tampilkan postingan dengan label Pemrograman Python. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman Python. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2017

Cara membuat Program yang sederhana di Python



Python adalah bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan multiguna. Apa Anda pernah mempelajari dasar-dasar Python, tetapi bingung bagaimana cara menggunakannya? Di artikel ini, Anda akan dituntun untuk membuat program yang dapat menghitung berapa umur Anda dalam hari, menit, dan detik! Program yang sederhana ini akan memperlihatkan kepada Anda cara kerja bahasa pemrograman. Artikel ini diperuntukkan bagi pengguna yang memahami dasar bahasa pemrograman Python.





Langkah





  1. Gambar berjudul 1291077 1 2

    1


    Bukalah jendela baru di Python Shell dengan menekan Ctrl+N atau mengeklik “File” lalu pilih “New Window”.





  2. Gambar berjudul 1291077 2 2

    2




    Anda perlu kalimat pembuka, jadi gunakan fungsi print. Tik kode di bawah ini:



    print("Mari kita lihat berapa umur Anda dalam hari, menit, dan detik.")







  3. Gambar berjudul 1291077 3 2

    3




    Alangkah baiknya jika kita mengetahui nama si pengguna, jadi tik kode ini di baris ke-2:



    name = input("nama: ")





    • Sekarang variabel "name" telah diganti oleh data yang dimasukkan pengguna.





  4. Gambar berjudul 1291077 4 2

    4




    Anda perlu mengetahui umur pengguna, jadi lakukan cara seperti di atas tetapi dengan menggunakan fungsi int karena yang akan dimasukkan pengguna adalah angka, seperti ini:



    print("sekarang masukkan umur Anda")
    age = int(input("umur: "))





    • Sekarang variabel “age” telah diganti oleh data yang dimasukkan pengguna.





  5. Gambar berjudul 1291077 5 2

    5




    Anda harus mengonversi umur yang diberikan pengguna.



    days = age * 365
    minutes = age * 525948
    seconds = age * 31556926





    • Setelah Anda menulis kode ini, Python akan secara otomatis mengubah nilai hari, menit, dan detik, berdasarkan umur yang dimasukkan pengguna.







  6. Gambar berjudul 1291077 6 2

    6




    Sekarang saatnya untuk menampilkan informasi pengguna.



    print(name, "telah hidup selama", days,"hari", minutes, "menit, dan", seconds, "detik! Wah!")







  7. Gambar berjudul 1291077 7 2

    7


    Selamat! Anda berhasil membuat program yang memiliki kegunaan! Simpanlah dan jalankan program Anda dengan mengeklik “run”, lalu pilih “run module”. Cobalah sendiri


sumber: http://id.wikihow.com/Membuat-Program-yang-Sangat-Sederhana-di-Python


Senin, 13 Februari 2017

Konsep Dasar Pemrograman Pyhton

KONSEP DASAR PYTHON







Pada awalnya, motivasi pembuatan bahasa pemrograman ini adalah untuk bahasa skrip tingkat tinggi pada sistem operasi terdistribusi Amoeba. Bahasa pemrograman ini menjadi umum digunakan untuk kalangan engineer seluruh dunia dalam pembuatan perangkat lunaknya, bahkan  beberapa perusahaan menggunakan

python sebagai pembuat perangkat lunak komersial. Python merupakan bahasa pemrograman yang freeware atau perangkat bebas dalam arti sebenarnya, tidak ada batasan dalam penyalinannya atau mendistribusikannya. Lengkap dengan source codenya, debugger dan profiler, antarmuka yang terkandung di dalamnya untuk pelayanan antarmuka, fungsi sistem, GUI (antarmuka pengguna grafis), dan basis datanya.

1. Sejarah Python

Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.

Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.

Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi
3.0.

Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi Monty Python s Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.

Aplikasi bahasa phyton

  • Perangkat bantu shell. Tugas-tugas sistem administrator, program baris perintah.

  • Kerja bahasa ekstensi. Antarmuka untuk pustaka C/C++, kustomisasi

  • Pembuatan prototipe secara cepat/pembuatan sistem aplikasi. Prototipe yang dapat dibuang atau sesuai
    dengan permintaan.

  • Modul berdasarkan bahasa pemrograman. Pengganti dari penulisan parser khusus.

  • Antarmuka pengguna grafis. Penggunaan GUI API sederhana dan canggih.

  • Pengaksesan basisdata. Penyimpanan objek tetap, antarmuka sistem SQL.

  • Pemrograman terdistribusi. Penggunaan API mekanisme client/server terintegrasi.

  • Skrip internet. Skrip CGI, antarmuka HTTP, Aplet WWW, dan lainnya.


2. Mengapa Menggunakan Python
Sisi utama yang membedakan Python dengan bahasa lain adalah dalam hal aturan penulisan kode program. Bagi para programmer di luar python siap-siap dibingungkan dengan aturan indentasi, tipe data,tuple, dan dictionary. Python memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan bahasa lain terutama dalam hal penanganan modul, ini yang membuat beberapa programmer menyukai python. Selain itu python merupakan salah satu produk yang opensource, free, dan multiplatform.
Beberapa fitur yang dimiliki Python adalah:

  • memiliki kepustakaan yang luas; dalam distribusi Python telah disediakan modul-modul siap pakai untuk berbagai keperluan.



  • memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari.

  • memiliki aturan layout kode sumber yang memudahkan pengecekan, pembacaan kembali dan penulisan ulang kode sumber.

  • berorientasi obyek.

  • memiliki sistem pengelolaan memori otomatis (garbage collection, seperti java)

  • modular, mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul baru; modul-modul tersebut dapat dibangun dengan bahasa Python maupun C/C++.

  • memiliki fasilitas pengumpulan sampah otomatis, seperti halnya pada bahasa pemrograman Java,python memiliki fasilitas pengaturan penggunaan ingatan komputer sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan ingatan komputer secara langsung.


Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

  • Tidak ada tahapan kompilasi dan penyambungan (link) sehingga kecepatan perubahan pada masa pembuatan system aplikasi meningkat.

  • Tidak ada deklarasi tipe sehingga program menjadi lebih sederhana, singkat, dan fleksible.

  • Manajemen memori otomatis yaitu kumpulan sampah memori sehingga dapat menghindari pencatatan kode

  • Tipe data dan operasi tingkat tinggi yaitu kecepatan pembuatan system aplikasi menggunakan tipe objek yang telah ada

  • Pemrograman berorientasi objek

  • Pelekatan dan perluasan dalam C

  • Terdapat kelas, modul, eksepsi sehingga terdapat dukungan pemrograman skala besar secara modular

  • Pemuatan dinamis modul C sehingga ekstensi menjadi sederhana dan berkas biner yang kecil

  • Pemuatan kembali secara dinamis modul phyton seperti memodifikasi aplikasi tanpa menghentikannya

  • Model objek universal kelas Satu

  • Konstruksi pada saat aplikasi berjalan

  • Interaktif, dinamis dan alamiah

  • Akses hingga informasi interpreter

  • Portabilitas secara luas seperti pemrograman antar platform tanpa ports

  • Kompilasi untuk portable kode byte sehingga kecepatan eksekusi bertambah dan melindungi kode sumber

  • Antarmuka terpasang untuk pelayanan keluar seperti perangkat Bantu system, GUI, persistence, database, dll


Kekurangan:

  • Beberapa penugasan terdapat diluar dari jangkauan python, seperti bahasa pemrograman dinamis lainnya, python tidak secepat atau efisien sebagai statis, tidak seperti bahasa pemrograman kompilasi seperti bahasa C.

  • Disebabkan python merupakan interpreter, python bukan merupakan perangkat bantu terbaik untuk pengantar komponen performa kritis.

  • Python tidak dapat digunakan sebagai dasar bahasa pemrograman implementasi untuk beberapa komponen, tetapi dapat bekerja dengan baik sebagai bagian depan skrip antarmuka untuk mereka.

  • Python memberikan efisiensi dan fleksibilitas tradeoff by dengan tidak memberikannya secara
    menyeluruh.

  • Python menyediakan bahasa pemrograman optimasi untuk kegunaan, bersama dengan perangkat
    bantu yang dibutuhkan untuk diintegrasikan dengan bahasa pemrograman lainnya.


Marteri Dapat di Downloads di sini :

sumber : https://dans007.wordpress.com/2011/12/14/konsep-dasar-python/